ANALISIS KEBERLANJUTAN PENYEDIAAN AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT (Studi Kasus Penyediaan Air Minum Program PAMSIMAS Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo)

Andriyanto, Nur. Analisis Keberlanjutan Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Studi Kasus Penyediaan Air Minum Program Pamsimas Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo). Masters thesis, Universitas Terbuka

Text Ι Download


Abstract

Ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar manusia harus memiliki kualitas yang memenuhi syarat serta kuantitas yang cukup. Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM-BM) di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, melalui Program PAMSIMAS adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan memastikan akses air minum yang aman bagi masyarakat. Dua desa di kecamatan ini, yaitu Desa Landangan dan Desa Pokaan, telah melaksanakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis masyarakat. Keberlanjutan penyediaan air minum di desa – desa inl sangat penting untuk memastikan terus terpenuhinya kebutuhan air minum bagi masyarakat sehingga diperlukan penelitian terhadap keberlanjutannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status serta atribut pengungkit utama keberlanjutan PAM-BM pada program PAMSIMAS yang masih berfungsi di Kecamatan Kapongan. Dimensi keberlanjutan yang dinilai meliputi lingkungan, sosial, ckonomi, tcknologi, dan kelembagaan. Penclitian ini menggunakan metodc pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Rap-SPAM yang merupakan modifikasi dari Rapfish dengan sumber data primer melalui survei, observasi, dan wawancara melalui pengisian kuesioner oleh responden terkait sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelusuran pustaka yang relevan serta berbagai instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keberlaniutan penyediaan air minum di wilayah penelitian adalah sebesar 58,92 dan termasuk dalam kriteria cukup berkelanjutan. Atribut pengungkit utama faktor keberlanjutan pada dimensi lingkungan: kondisi lahan sekitar, potensi pencemaran, curah hujan & hari hujan dan kuantitas air baku; dimensi sosial: pertemuan masyarakat, praktik penggunaan air dan kepercayaan masyarakat; dimensi ekonomi: keberadaan iuran untuk pengembangan jaringan spam, ketersediaan dana untuk pengembangan spam, keberadaan iuran pengguna dan keterjangkauan iuran pengguna; dimensi teknologi: efisiensi penggunaan air, kemudahan dalam penerapan teknologi, kebocoran jaringan dan kualitas air yang diterima; dimensi kelembagaan: struktur organisasi yang jelas, pelaporan kinerja dan keuangan oleh pengelola kepada pengguna spam dan peraturan pengelolaan air minum. Strategi keberlanjutan penyediaan air minum berbasis masyarakat dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa serta pemerintah daerah/kabupaten dalam meningkatkan pelestarian lingkungan, pencegahan pencemaran, partisipasi pertemuan terencana, edukasi dan pemakaian air bijak, membangun kepercayaan pada pengelola, dan penguatan organisasi dan sumber daya finansiai untuk menjaga keberianjutan penyediaan air minum.

Pembimbing 1: Dr. Ir. Asep Suheri, M.T.

Pembimbing 2: Dr. Prabawa Eka Soesanta,  S.Sos., M.Si.