Dampak Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Urban Heat Island dan Kualitas Lingkungan di Kota Tangerang Selatan

Chairuman, Mohamad (2023) Dampak Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Urban Heat Island dan Kualitas Lingkungan di Kota Tangerang Selatan Masters thesis, Universitas Terbuka

Text Ι Download


Abstract

Selain sebagai salah satu kota berkembang di Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan juga sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Jakarta. Kondisi demikian memberikan dampak yang positif bagi Kota Tangerang Selatan yaitu adanya pembangunan infrastruktur akibat dari banyaknya minat masyarakat untuk tinggal di wilayah suburban Ibu Kota Jakarta. Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang masif ikut menjadi pemicu perubahan penggunaan lahan dari lahan bervegetasi dan produktif menjadi lahan terbangun. Jika kondisi tersebut dibiarkan akan berdampak pada bertambah panas suhu pada daerah tersebut akibat hilangnya lahan bervegetasi. Fenomena panas tersebut dikenal sebagai Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis yang digunakan meliputi analisis penggunaan lahan, NDVI serta analisis suhu permukaan (LST) dengan bantuan software ArcGIS 10.7. Berdasarkan data rentang waktu waktu sepuluh tahun yaitu tahun 2010 sampai 2020 menunjukkan terjadinya peningkatan perubahan lahan seluas 2.212 ha atau sekitar 23,33% di Kota Tangerang Selatan. Peningkatan perubahan lahan tersebut diikuti dengan menyusutnya nilai NDVI dan peningkatan luas dari nilai tertinggi LST yang disebabkan oleh penggunaan lahan, sehingga dapat dikatakan wilayah tersebut telah terindikasi UHI yang berakibat menurunnya kualitas lingkungan. Terdapat 3 rekomendasi untuk penurunan dampak Urban Heat Island di Kota Tangerang Selatan, yaitu: rekomendasi pertama berupa penyediaan sarana RTH; rekomendasi kedua berupa penambahan lahan bervegetasi dan pengembangan hutan kota; dan rekomendasi ketiga berupa konsep roof garden dan vertical garden. Rekomendasi kedua dan ketiga merupakan usulan yang dianggap paling layak diterapkan di Kota Tangerang Selatan untuk saat ini.

Pembimbing 1: Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T

Pembimbing 2: Dr. Ir. Edi Rusdiyanto, M.S