Evaluasi Strategi Penanganan Permukiman Kumuh Dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Di Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan.

Marzuki (2023) Evaluasi Strategi Penanganan Permukiman Kumuh Dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Di Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan. Masters thesis, Universitas Terbuka

Text Ι Download


Abstract

Kota Tarakan menjadi salah satu tujuan bagi para pendatang (urbanis) yang ingin bermukim, namun keterbatasan ekonomi baik dari masyarakat pendatang maupun masyarakat lokal memicu tumbuhnya permukiman kumuh baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi penanganan kumuh, mengidentifikasi kondisi lingkungan hidup, dan mereformulasi strategi program penanganan kumuh, dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan kuesioner serta analisis laboratorium. Lokus penelitian terletak di 12 RT di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kota Tarakan, dengan sampel yang mencakup air limbah IPAL Komunal, data persampahan, air sungai, dan air bersih. Analisis data dilakukan dengan metode Indeks Pencemaran, Indeks Risiko Sanitasi, Standar Baku Mutu, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan evaluasi strategi penanganan kumuh dengan nilai skoring 18, masih dalam kondisi Kumuh Ringan, sementara tingkat capaian kinerja menunjukkan empat aspek dengan realisasi sangat tinggi di atas 90%, satu aspek tinggi di atas 76%, dan aspek jalan lingkungan dengan tingkat capaian 54,01% tergolong rendah. Identifikasi kondisi lingkungan hidup pada inlet, outlet, dan badan air menunjukkan parameter COD, TSS, amonia, serta minyak dan lemak tidak memenuhi standar baku mutu, dengan analisis Indeks Pencemaran (Pi) berada pada kondisi Cemar Ringan. Kualitas pengelolaan persampahan di 12 RT menunjukkan rata-rata berada di area berisiko tinggi menurut Indeks Risiko Sanitasi (IRS), sementara kualitas air bersih dengan parameter Total Coliform dan E. Coli memenuhi standar baku mutu air minum. Dari analisis AHP, strategi pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana menjadi prioritas utama, dengan nilai konsistensi 0,05 atau <0,1 menunjukkan bahwa matriks perbandingan adalah konsisten.

Pembimbing 1: Dr. Endang Hermawan, M.T., M.Si.

Pembimbing 2: Dr. Sodikin, M.SI, M.P.W.K