Analisis Pengelolaan Air Limbah Rumah Potong Hewan dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Ditinjau dari Perspektif One Health (Studi kasus pada UPTD Rumah Potong Hewan Jone)
Herman (2023) Analisis Pengelolaan Air Limbah Rumah Potong Hewan dan Dampkanya terhadap Lingkungan Ditinjau dari Perpektif One Health (Studi Kasus pada UPTD Rumah Potong Hewan Jone). Masters thesis, Universitas Terbuka
Text Ι Download![]()
Abstract
Industri pemotongan hewan jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif yang merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan manusia. Air limbah rumah potong hewan (RPH) sangat berbahaya bagi lingkungan. Pengelolaan air limbah ditinjau dari prespektif One Health bertujuan untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal dengan mengenali interkoneksi antara manusia, hewan, dan lingkungan secara bersama salah satunya pada lingkungan RPH dimana hewan, manusia, dan lingkungan saling berhubungan. Penelitian ini mencoba menganalisis fasilitas yang ada di RPH, pengelolaan air limbah, kualitas air limbah, dan dampaknya terhadap lingkungan. Penelitian dilaksanakan di RPH Jone yang merupakan unit kerja dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser. Sumber informasi dan populasi pada penelitian ini terdiri atas bangunan dan fasilitas RPH, pengelola RPH, air limbah RPH, dan masyarakat yang bermukim di sekitar RPH. Penelitan ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif, dengan cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan uji laboratorium. Hasil penelitian untuk kesesuaian lokasi dan kesesuaian sarana dan prasarana telah memenuhi persyaratan, adapun pada kesesuaian tata letak desain dan kontruksi belum terdapatnya kandang isolasi untuk ternak yang sakit, belum terpisahnya daerah kotor dan daerah bersih, tidak adanya fasilitas pemusnahan bangkai, ruang istirahat pekerja, kantin dan mushola begitu pula pada kesesuaian peralatan telah memenuhi persyaratan, hanya pakaian pelindung diri bagi penjagal yang belum dipergunakan sebagaimana mestinya. Pengelolaan air limbah RPH belum berjalan optimal, kualitas air limbah pada inlet dan outlet IPAL pada indikator BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, dan pH masih dalam kategori rendah atau tidak melebihi dari baku mutu, sedangkan pada indikator NH3-N telah melewati batas baku mutu. Dampak air limbah terhadap masyarakat seperti dampak bau, timbulnya lalat, pencemaran air dan kekhawatiran terhadap gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari limbah RPH, secara umum masyarakat merasa tidak terganggu. Ditinjau dari perspektif One Health kecukupan fasilitas RPH, pengelolaan air limbah, kualitas air limbah, dan dampak terhadap masyarakat memiliki implikasi yang signifikan terhadap keterkaitan antara kesehatan lingkungan, manusia, dan hewan.
Pembimbing 1: Dr. Yohannes Agus Setianto, M.Si.
Pembimbing 2: Dr. Lilik Sulistyowati, M.S
