Strategi Peningkatan Kualitas Udara sebagai Upaya Menjaga Kualitas Lingkungan Hidup dengan Pendekatan Sistem Dinamis (Lokasi Studi Desa Menjelutung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara).
Meriana, Erwin Dwi (2023) Strategi Peningkatan Kualitas Udara sebagai Upaya Menjaga Kualitas Lingkungan Hidup dengan Pendekatan Sistem Dinamis (Lokasi Studi Desa Menjelutung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara). Masters thesis, Universitas Terbuka
Text Ι Download![]()
Abstract
Peningkatan kualitas hidup di Indonesia ditandai dengan peningkatan kebutuhan energi, yang sebagian besar dipenuhi oleh bahan bakar fosil, namun hal ini juga menyebabkan pencemaran udara di Kabupaten Tana Tidung, terutama melalui kegiatan industri dan proses energi lainnya. Sumber pencemar udara berasal dari kendaraan bermotor, industri, generator listrik, kebakaran hutan, serta pertambangan dan pembuangan limbah, yang menghasilkan emisi polutan seperti SO2, NO2, dan PM10, yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Analisis regresi linier berganda mengidentifikasi enam faktor yang memengaruhi penurunan kualitas udara di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir: 1) meningkatnya usaha penghasil emisi, 2) pembukaan lahan dengan pembakaran, 3) kurangnya vegetasi pereduksi emisi, 4) kurangnya ketaatan pelaku usaha terhadap izin lingkungan, 5) meningkatnya kendaraan penghasil emisi, dan 6) kurangnya pengawasan serta pembinaan usaha, terutama di perusahaan pengolahan kelapa sawit dan pertambangan batu bara. Indeks kualitas udara (IKU) di desa ini mengalami penurunan sebesar 28,58%, dengan konsentrasi SO2 dan NO2 berdampak pada peningkatan penyakit ISPA selama lima tahun sebesar 15,44%. Penurunan kualitas udara juga berpengaruh negatif pada kesehatan masyarakat, terutama pekerja di sektor pertambangan dan pengolahan kelapa sawit. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa variabel indeks kualitas udara berpengaruh terhadap jumlah penduduk terkena ISPA, dengan koefisien regresi -2,575, yang berarti setiap 1% penurunan kualitas udara akan meningkatkan jumlah penderita ISPA sebesar -2,575. Untuk strategi peningkatan kualitas udara, pemodelan sistem dinamis menggunakan aplikasi Powersim Studio 10 menghasilkan tiga skenario: skenario pesimis (tanpa intervensi) menurunkan IKU sebesar 1,82% dan meningkatkan penyakit ISPA sebesar 35,92%; skenario moderat (menambah kemampuan menanam RTH privat sebesar 5%) meningkatkan IKU sebesar 5,85% dan menurunkan ISPA sebesar 44,61%; dan skenario optimis (melibatkan pelaku usaha melalui revegetasi) mampu meningkatkan IKU sebesar 13,86% dan menurunkan ISPA sebesar 63,77%.
Pembimbing 1: Dr. Sodikin, M.SI, M.P.W.K
Pembimbing 2: Dr. Endang Hermawan, M.T., M.Si.
