Analisis Spasial Sebaran dan Kerapatan Mangrove dalam Upaya Mewujudkan Keberlanjutan Ekosistem di Kawasan Pesisir Pantai Serdang Bedagai Sumatera Utara.
Ardiansyah, Dede (2024) Analisis Spasial Sebaran dan Kerapatan Mangrove dalam Upaya Mewujudkan Keberlanjutan Ekosistem di Kawasan Pesisir Pantai Serdang Bedagai Sumatera Utara. Masters thesis, Universitas Terbuka
Text Ι Download![]()
Abstract
Ekosistem mangrove di Kabupaten Serdang Bedagai berperan krusial dalam menjaga keseimbangan ekologi di wilayah pesisir, menjadi tempat hidup bagi berbagai spesies lokal, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Namun, kawasan mangrove ini terus mengalami tekanan akibat konversi lahan menjadi tambak dan lahan terbuka, yang berdampak pada sebaran dan kerapatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan distribusi dan kerapatan mangrove serta mengevaluasi tingkat keberlanjutannya dari perspektif ekologi, sosial, dan ekonomi. Metodologi yang diterapkan melibatkan pemanfaatan citra satelit Sentinel-2A dan penghitungan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mendapatkan data terkait distribusi mangrove dalam rentang waktu 2020 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan luas mangrove pada kategori sangat lebat sebesar 373,86 hektar (35,89%) dan kategori sangat jarang sebesar 3,89 hektar, sementara terjadi penurunan pada kategori lebat sebesar 201,29 hektar dan kategori jarang sebesar 172,98 hektar. Peningkatan mangrove pada kategori sangat lebat diduga kuat merupakan hasil program rehabilitasi pesisir pemerintah yang menargetkan penanaman 1 miliar bibit mangrove. Dari aspek keberlanjutan, aspek ekologi menunjukkan hasil yang cukup baik, namun aspek sosial dan ekonomi masih tergolong rendah, khususnya pada pendapatan masyarakat yang berkisar Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000, jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (Rp 3.070.171), serta terbatasnya akses pendidikan. Kesimpulannya, tingkat keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah ini cukup baik secara ekologis, namun masih membutuhkan peningkatan pada aspek sosial-ekonomi. Saran yang diajukan mencakup peningkatan program rehabilitasi, pemberdayaan ekonomi berbasis mangrove, dan peningkatan akses pendidikan lingkungan. Peneliti disarankan untuk mengkaji korelasi antara pendidikan, pendapatan, dan keberlanjutan ekosistem mangrove guna menghasilkan rekomendasi yang lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan ekosistem ini.
Pembimbing 1: Widiyanto, S.P., M.Si. Ph.D.
Pembimbing 2: Dr. Ake Wihandanto. S.E., M.Si
