ANALISIS KUALITAS AIR DAMPAK PERTAMBANGAN EMAS DI ALIRAN SUNGAI BARITO KABUPATEN MURUNG RAYA
Fery, Andrie Natalius (2023) Analisis Kualitas Air Dampak Pertambangan Emas di Aliran Sungai Barito Kabupaten Marung Raya. Masters thesis, Universitas Terbuka
Text Ι Download![]()
Abstract
Kegiatan penambangan liar yang tidak diolah dahulu akan mengakibatkan pencemaran badan air sehingga berdampak pada kualitas air. Untuk itu, diperlukan kajian dari berbagai penelitian sebagai solusi guna menghasilkan kebijakan yang sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu: tujuan ke 6 dengan menjaga pengelolaan air bersih, ketersediaannya dan sanitasi yang berkelanjutan. Sungai Barito menunjukkan keadaan kurang menunjang sebagai sumber air minum baku, karena parameter fisik air seperti pH dan TSS masih kurang dari baku mutu (kelas II), penelitian-penelitian sebelumnya belum menunjukkan data dampak pertambangan emas skala kecil (PESK) pada parameter khusus sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004, sehingga dilakukan penelitian dampak pencemaran PESK di aliran Sungai Barito Kabupaten Murung Raya, sebagai kebaharuan pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kualitas air di Sungai Barito, status pencemaran, dan beban pencemar sungai akibat pertambangan emas di aliran Sungai Barito Kabupaten Murung Raya. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menentukan 4 titik pengambilan data dan sampel air Analisis data menggunakan metode STORET, dan Indeks Pencemaran (IP) untuk status kualitas air, sedangkan untuk beban pencemaran sungai dihitung menggunakan beban pencemar maksimum (BPM) dan Beban Pencemar Actual (BPA). Hasil analisis menunjukkan kualitas air aliran Sungai Barito Kabupaten Murung Raya pada parameter Timbal, TSS, Seng dari hulu, tengah, hilir sampai perbatasan Kabupaten Barito Utara lebih dari baku mutu air sungai kelas dua. Status pencemaran air metode STORET rata-rata skor -43,5 kategori tercemar berat. Rata-rata nilai IP yaitu 1,41 menunjukkan air mengalami cemar ringan. Beban pencemar total pada parameter TSS sebesar 25.410,4 kg/hari, sedangkan beban pencemar yang di ijinkan di buang dari kegiatan pertambangan sebesar 22.740 kg/hari, sehingga diperlukan penurunan beban pencemaran TSS sebesar 2.670,4 kg/hari. Beban pencemar total Seng (Zn) diperkirakan sebesar 21,6 kg/hari, sedangkan beban pencemar yang di ijinkan di buang sebesar 22,7 kg/hari. Beban pencemar total Timbal (Pb) diperkirakan sebesar 22,7 kg/hari, sedangkan beban pencemar yang di ijinkan di buang sebesar 13,6 kg/hari, sehingga diperlukan penurunan beban pencemar Timbal (Pb) sebesar 9,1 kg/hari. Beban pencemar total (Hg) sebesar 0,3 kg/hari setara dengan 300 gr/hari merkuri buangan dari pertambangan emas di aliran sungai Sungai Barito Kabupaten Murung Raya
Pembimbing 1: Dr. Agus Susanto, M.Si
Pembimbing 2: Dr. Lilik Sulistyowati, M.S
