Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Perubahan Sosial Ekonomi dan Lingkungan, Studi Kasus Desa Pelawe dan Tambangan kec BTS ulu cecar, Musi Rawas
Senaro, Amalia Puteri (2024) Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Perubahan Sosial Ekonomi dan Lingkungan, Studi Kasus Desa Pelawe dan Tambangan kec BTS ulu cecar, Musi Rawas Masters thesis, Universitas Terbuka
Text Ι Download![]()
Abstract
Ekspansi Kelapa Sawit semakin meningkat di Desa Pelawe dan Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu cecar. Peningkatan luas kelapa sawit ini membuat perubahan pada dimensi ekonomi, sosial dan dimensi lingkungan. Perubahan membuat dampak positif maupun dampak negatif, sehingga diperlukan analisa untuk melihat proses perubahan perkebunan karet menjadi perkebunan sawit, melihat sejauh apa dampak perubahan sistem ekonomi ditinjau dari struktur nafkah, melihat sejauh apa dampak ekspansi kelapa sawit terhadap perubahan interaksi sosial, serta melihat sejauh apa kerugian dari dampak ekspansi kelapa sawit terhadap ekologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penarikan sampel menggunakan sampel nonprobalitas berupa sampel terpilih atau purposive dan penarikan sampel bola salju. Proses perubahan perkebunan karet menjadi perkebunan kelapa sawit karena stimulasi perusahaan dan faktor lainnya membuat ekspansi perkebunan kelapa sawit semakin meningkat sehingga terlihat relasi yang positif antara masyarakat dan perekonomiannya dari ekspansi kelapa sawit ini menggambarkan keberlanjutan hubungan interaksi manusia dan perekonomiannya di kedua desa dengan ditandai dengan perubahan struktur nafkah. Sebelum terjadi ekspansi kelapa sawit, struktur nafkah didominasi oleh struktur nafkah intensifikasi pertanian karet dan nafkah ganda. Setelah meningkatnya ekspansi kelapa sawit, struktur nafkah menjadi struktur nafkah intensifikasi pertanian karet, intensifikasi pertanian sawit, diversifikasi pertanian dan nafkah ganda. Perubahan struktur nafkah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada dimensi sosial terjadi perubahan sistem sosial pada masyarakat. Perubahan sosial ditandai dengan adanya perubahan interaksi sosial dari gotong royong menjadi sistem upah, masih adanya tindakan kriminalitas, khususnya di Desa Pelawe. Ekspansi kelapa sawit juga memicu konflik. Ada tiga kategori konflik yaitu konflik tenurial, konflik lingkungan dan juga konflik kepentingan. Relasi masyarakat dan lingkungannya masih menggambarkan lemahnya keberlanjutan interaksi manusia dan lingkungannya karena etika lingkungan masyarakat masih menunjukkan pandangan etika lingkungan secara antroposentrisme. Petani masih banyak melakukan ekspansi lahan dengan membakar sehingga menyebabkan kebakaran lahan yang memicu polusi udara. Ekstraksi lahan untuk keperluan ekspansi kelapa sawit juga membuat menurunnya keanekaragaman hayati. Ekspansi kelapa sawit membuat relasi yang positif antara masyarakat dan perekonomiannya sehingga adanya keberlanjutan secara ekonomi, namun masih lemahnya keberlanjutan interaksi masyarakat dengan sistem sosial dan lingkungannya.
Pembimbing 1: Ir. Widiyanto, S.P., M.Si., Ph.D
Pembimbing 2: Dr. Sandra Sukmaning Aji, M.Pd., M.Ed.
