Pengaruh Kebijakan Pencemaran Udara Sektor Transportasi Terhadap Nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) di DKI Jakarta
Bernadet (2023) Pengaruh Kebijakan Pencemaran Udara Sektor Transportasi Terhadap Nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) di DKI Jakarta. Masters thesis, Universitas Terbuka
Text Ι Download![]()
Abstract
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) adalah program yang dibuat olehPBB yang mencakup 17 tujuan untuk keberlanjutan yang mencakup pilar sosial, ekonomi dan lingkungan. Terdapat 5 tujuan dari 17 tujuan TPB yang menyangkut permasalahan pencemaran udara, yaitu kesehatan, kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, perubahan iklim, dan ekosistem daratan. Berdasarkan nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) tahun 2011-2021, DKI Jakarta sebagian besar berada di posisi terbawah dan masuk kategori waspada, sangat kurang baik dan kurang baik. Sektor transportasi menyumbang 75% emisi total, sehingga merupakan sumber utama. Sudah terdapat banyak kebijakan terkait sektor transportasi, tetapi nilai IKU masih belum baik. Gap antara harapan dan kenyataan nilai IKU merupakan permasalahan yang diangkat pada penelitian ini, sehingga penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara kebijakan-kebijakan yang bersangkutan dengan hasil nilai IKU serta mencari arahan kebijakan yang efektif untuk permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pemodelan yang merupakan perpaduan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder time series tahun 2011-2021 dari berbagai dokumen publikasi pemerintah serta berbagai dokumen peraturan terkait sektor transportasi. Penelitian mencakup kualitas udara seluruh DKI Jakarta yang menggunakan data sampling yang tersebar merata di DKI Jakarta. Data yang dikumpulkan dimodelkan sesuai siklus pemodelan dari masalahnya hingga validasi. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Powersim10. Validasi model dilakukan menggunakan metode means absolute error (MEA) dengan batas toleransi kesalahan sebesar 30%. Kemudian, dibangun skenario dengan bantuan penelitian terdahulu dan data hasil simulasi untuk meningkatkan nilai IKU. Model berhasil dibangun dengan eror akhir sebesar 7,96% dan disimulasikan hingga tahun 2045. Kebijakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) meningkatkan emisi SO2 sebesar 0,12 dan menurunkan NO2 sebesar 0,11. Kebijakan uji emisi meningkatkan emisi SO2 sebesar 0,12 dan menurunkan NO2 sebesar 0,16. Perluasan HBKB menurunkan emisi SO2 dan NO2 sebesar 0,54 dan 0,24. Penambahan uji emisi dan kebijakan ganjil genap memberikan dampak menurunkan emisi SO2 dan NO2 sebesar 0,06 dan 0,07. Perluasan kebijakan ganjil genap menurunkan emisi SO2 dan NO2 sebesar 0,4 dan 0,03. Tiga skenario dibentuk yaitu, pesimis, moderat, dan optimis untuk perbaikan kualitas udara dan skenario pesimis diusulkan sebagai skenario yang paling tepat untuk diterapkan.
Pembimbing 1: Dr. Sri Listyarini, M.Ed
Pembimbing 2: Dr. Lina Warlina, M.Ed
